Jumat, 21 Juni 2013

MENGENAL KARAKTER ORANG DARI TULISANNYA



Setiap manusia punya keunikan atau ciri khas dalam cara menulisnya. Hal tersebut cukup menarik perhatian saya. Ternyata, keunikan ini juga karakter dari penulisnya. Saya hanya sekedar memberi sedikit informasi tentang analisis dari bentuk tulisan seseorang, tingkat keakuratannya pun tidak 100 %. Semoga berguna bagi para pembaca.

1.      TEKANAN
i. Tekanan Kuat
Seseorang yang menulis dengan tekanan yang kuat hingga membekas dibagian belakang kertas, merupakan seseorang yang Sehat, Tangkas, Tidak suka menunda pekerjaan, dan sedikit agresif.
ii. Tekanan Ringan
Seseorang yang menulis dengan lembut dan tidak sampai membekas di bagian belakang kertas ,merupakan tipe orang yang lemah, kurang Sehat, dan suka menunda pekerjaan JIKA pekerjaan itu dilakukan tanpa minatnya.

2.      BENTUK TULISAN
i. Tulisan Bulat bulat
Seorang yang menulis hurufnya bulat bulat memiliki karakter emosional, prihatin, penyayang, rajin, mempunyai kepekaan yang tinggi dan kreatif, karena dia sering menggunakan otak sebelah kanan (otak kreatif).
ii. Tulisan Tajam ato Ramping
Tulisan yang sudut (angular) atau tajam (sharp) biasanya dikaitkan dengan orang yang berpikiran secara rasional, melakukan kerja dengan sistematis, pandai mengurus keuangan, karena banyak menggunakan otak kiri (otak logical).

3.      KECONDONGAN
i. Condong keKanan
Mereka yang cenderung menulis dengan condong kekanan merupakan orang yang peramah, suka bercerita, tidak PELIT, suka bergaul, mempunyai sifat pemimpin, mudah menunjukan rasa kasih sayang, dan juga seorang yang berani jika dia merasa benar.
ii. Condong keKiri
Menulis dengan condong kekiri merupakan orang yang agak pendiam, suka menyimpan rahasia, pemalu, kaku, orang setia pada pasangan, keluarga, dan negara Tidak mudah bergaul atau agak kuper.
iii. Tegak
Merupakan orang yang mempunyai sifat sistematis, mudah mengendalikan diri jika menghadapi masalah, suka berkawan tapi tidak suka mencari kawan, karena kawan-kawannya yang akan mencari dia, tidak suka ribut atau mencari masalah, suka mencari penyelesaian atau jalan tengah terhadap suatu masalah.
iv. Campur
Dia memiliki emosi yang tidak stabil atau moody, dia suka melakukan sesuatu tergantung mood aja, kalau tidak mood ya males deh, bisa juga disebut plin plan, dan tidak pandai mengambil keputusan untuk masa depannya sendiri.

4.      KERAPATAN
i. Jarang-jarang
Orang yang suka menulis jarang-jarang atau jarak yang cukup lebar antar hurufnya memiliki sifat tidak suka bergaul, kurang mesra, dan agak boros belanja.
ii. Rapat-rapat
Sebaliknya dengan orang yang menulis rapat-rapat, orang ini merupakan orang yang suka bergaul, suka menggantungkan diri pada orang lain, dan agak pelit berbelanja.

5.      PADA HURUF J, G, Y, Z
i. Besar, Panjang, dan Sempurna
Mereka yang suka menulis huruf JGYZ dengan besar, panjang, dan sempurna memiliki tahap emosi yang stabil, tidak mudah berubah haluan, pengasih, penyayang, pemurah, suka membantu, dan Rajin.
ii. Kecil, pendek, dan tidak sempurna
Kurang bisa menunjukan emosi atau perasaan, malas, tidak mudah menunjukan kasih sayang meskipun rasa sayangnya teramat besar.

6.      Palang pada huruf "T" kecil ( t )
i. Tinggi
Merupakan orang yang penuh aspirasi dalam melakukan tugas keseharianya.
ii. Rendah
Mudah puas diri dalam dalam melakukan pekerjaan, tidak bersungguh-sungguh.
iii. Tengah-tengah
Adalah tipe orang yang sungguh- sungguh dalam melakukan pekerjaan, berani mengambil resiko demi mewujudkan cita-citanya.

Selasa, 04 Juni 2013

Telaah Gambar Pohon dalam Psikotest



Saya sering bertanya-tanya bila harus menggambar pohon saat mengerjakan psikotes. Mungkin, ini terjadi tidak hanya terjadi pada diri saya, tetapi juga bagi teman-teman sekalian. Saya coba merangkum arti dari gambar pohon, yang saya dapatkan dari berbagai sumber, semoga bisa berguna bagi para pembaca. Saya bukan seorang akademisi ataupun ahli psikologi, tetapi saya ingin lebih mengenal dunia psikologi dari taraf yang sederhana.

Pohon anda terletak di mana pada bidang kertas?
* Di tengah
Anda praktis dan rendah hati. Sama seperti anda yang memilih di bagian tengah, anda juga menerapkan pendekatan jalan tengah. Anda menangani masalah-masalah dengan sikap mengharapkan yang terbaik dan membayangkan yang terburuk. Dengan cara ini anda siap dengan apapun yang terjadi.
* Di bagian bawah
Anda lebih suka melakukan riset terlebih dulu sebelum memutuskan apakah anda merasa yakin atau pesimistik akan sebuah solusi, ini disebabkan bagian bawah dari pertengahan halaman melambangkan pendekatan hidup yang membumi.
* Tinggi di atas
Anda melihat hikmah dari semua masalah. Semakin tinggi letak pohon anda menunjukkan sikap anda yang semakin tinggi dalam memandang hidup. Kendati pun hal-hal terjadi tidak seperti yang anda inginkan, anda memandangnya sebagai pengalaman pembelajaran.

Batang pohon seperti apa yang anda gambar?
* Lebar
Batang pohon melambangkan kekuatan emosional. Batang lebar berarti anda bisa tetap tenang dan tidak mudah marah. Anda pusat ketenangan di tengah badai. Pendirian anda juga kuat.
* Ramping
Anda fleksibel dan terbuka dengan pandangan-pandangan atau pendapat orang lain. Anda juga sensitif dan banyak empati untuk masalah orang lain.
* Pohon bercabang di puncak
Anda terpecah di antara beberapa pilihan hidup saat ini.

Berapa tinggi pohon anda?
* Lebih dari setengah tinggi kertas
Menggambar pohon lebih tinggi menunjukkan hasrat untuk mencapai prestasi yang tinggi dalam hidup. Anda juga dermawan dalam soal uang. Dan dalam bekerja anda seksama serta men cek ulang untuk memastikan anda bekerja dengan baik.
* Tinggi pohon kurang dari setengah tinggi kertas
Anda puas dengan hidup ini apa adanya.anda juga hemat dan sangat efisien.

Pohon anda terletak di mana?
* Di tanah
Anda mendambakan rasa aman dan stabilitas. Anda menyukai kehidupan keluarga dan lebih suka pekerjaan di mana anda bisa bertahan bertahun-tahun.
* Di pot
Anda sangat sibuk bekerja sepanjang waktu. Anda senang berpergian dan bertualang, serta mengenal orang-orang baru dan tempat-tempat baru.
* Di puncak gunung
Anda mendambakan perhatian dan senang menjadi pusat perhatian. Anda adalah entertainer alamiah dan komunikator ulung yang membuat orang tertarik pada anda.
* Melayang di awang-awang (tidak ada dasarnya)
Anda impulsif dan spontan. Anda sangat mudah menjadi senang jika sesuatu mengilhami anda.
* Di pulau
Anda memerlukan banyak waktu untuk menyendiri untuk mengisi ulang energi anda, juga membantu anda untuk menemukan solusi dari masalah anda

Apakah pohon anda mempunyai dahan?
* Ya
Anda adalah orang yang berorientasi pada otak kiri. Dalam survei-survei, dahan-dahan digambar oleh orang yang logis dan analitis. Anda jarang kehilangan kesabaran karena anda terlalu sibuk memikirkan solusi rasional untuk semua masalah yang muncul.
* Tidak
Jika anda hanya menggambar kerangka dasar pohon, berarti anda dikuasai oleh otak kanan yang intuitif. Anda mengikuti instink-instink anda dalam segala sesuatu, mulai dari menerima pekerjaan sampai berteman dengan orang baru. Dan biasanya anda benar.

Pohon anda condong ke arah mana?
* Ke kiri
Anda cenderung memendam apa yang anda pikirkan. Sikap anda konsevatif dan introvert. Anda tidak menyukai guncangan-guncangan . Meskipun anda tidak setuju anda akan menyimpannya untuk diri sendiri.
* Ke kanan
Anda berorientasi pada aksi.anda akan mengatakan apa yang anda pikirkan kendatipun bertentangan dengan pandangan-pandangan orang lain.
* Lurus
Anda berada di tengah antara memendam perasaan-perasaan anda dan mengungkapkannya. Jadi anda cenderung memilih perang dengan diri anda. Anda akan bicara hanya jika masalah itu benar-benar penting untuk anda.

Apakah anda menggambar akar?
* Ya
Akar melambangkan keluarga dan sejarah, berarti masa lalu penting bagi anda. Anda menganggap itulah dasar dari siapa anda saat inidan membantu anda memahami diri sendiri secara lebih baik anda menyukai tradisi keluarga, resep-resep yang diturunkan dari ibu, juga pusaka/peninggalan dari keluarga anda.
* Tidak
Anda fokus pda masa depan. Anda mandiri dan senang menciptakan tradisi-tradisi baru. Anda belajar lebih banyak tentang diri anda dengan merasakan situasi-situasi baru dan bertemu dengan orang-orang baru.

Apakah pohon anda lebih didominasi daun (bagian daun lebih dominan) ?
* Ya
Anda adalah pemikir yang dalam. Studi-studi menunjukkan daun melabangkan pemikiran. Orang-orang yang menggambar daun adalah orang yang selalu memikirkan apa saja. Selain membuat anda suka merenung dan introspeksi, sifat ini juga membuat anda mengambil keputusan dengan hati-hati. Karena anda cenderung melihat manfaat dari semua masalah.
* Tidak
Anda cenderung memandang dunia ini adalah hitam dan putih. Kurangnya daun berarti anda tidak mudah tergoyahkan dengan banyaknya warna abu-abu dari suatu masalah. Anda tidak membuang waktu memusingkan solusi dari sebuah masalah. Anda memilih sebuah rencana aksi dan bergerak ke depan

Apakah anda menggambar yang lain selain pohon?
*Buah / kacang pada pohon
Yang membuat anda paling bahagia adalah melihat hasil pekerjaan yang dikerjakan dengan baik.
*Rumput di bawah
Anda punya rumah dimana para tamu mersa disambut baik dan keluarga anda betah tinggal disana, mebuat anda merasa paling damai.
*Ada bunga di bawah pohon
Anda paling bahagia jika dikelilingi kebahagiaan (orang-orang disekitar anda bahagia).
*Ada burung/hewan/ orang di sekitar pohon
Anda cinta pada keluarga dan teman-teman, dan itu adalah kebahagaiaan terbesar anda.
*Ada ayunan di pohon
Anda paling bahagia jika meluangkan waktu untuk bersenang-senang.

Kamis, 30 Mei 2013

PEREGRINATIO (Cibadak- Klender)



Peregrinatio mungkin sebuah kata yang asing di kuping masyrakat pada umumnya. Peregrinatio berasal dari bahasa latin yang artinya perjalanan. Dalam bahasa Inggris bisa diterjemahkan dengan frase long march, perjalanan yang jauh atu panjang.
Saya pernah melakukan tugas peregrinatio ini, pada akhir tahun 2011. Saya mendapat rute Cibadak-Klender. Pada saat itu saya tidak tahu dimana lokasi Cibadak itu sebenarnya, sehingga saya pun tidak bisa memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan. Oh ya, sekedar catatan dalam perjalanan ini saya hanya mendapat ongkos sekali perjalanan, yaitu ongkos dari Jakarta ke Cibadak. Saya tidak bekali uang sepeserpun untuk bekal di sepanjang perjalanan. Perjalanan dimulai pukul 08.00 dari Klender, Jakarta Timur menuju ke sekolah Mardi Yuana Cibadak. Saya bersama kedua rekan lainnya menggunakan kendaraan umum menuju kesana. Sekitar jam 1 siang, akhirnya saya sampai di tempat tujuan. Dari sanalah, perjalanan yang luar biasa dan tak terlupakan saya mulai.
Perjalanan menuju Klender dimulai pukul 13.45. Saya mulai berhitung kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan, setidaknya sampai di Bogor. Saya merasa mampu sampai di Terminal Barangnangsiang besok pagi, karena dalam hitungan saya satu jam perjalanan mampu sekitar empat sampai enam kilometer. Dua setengah jam pertama, saya berjalan tanpa beristirahat kondisi tubuh saya masih sangat prima. Sejenak istirahat untuk makan sebungkus nasi dengan buncis. Inilah uniknya, saya mendapat sebungkus nasi untuk dimakan bertiga merupakan hasil dari meminta kepada penjual nasi warteg. Perjalanan dilanjutkan dengan latar semburat warna jingga menghiasi cakrawala. Malam menjelang saya dengan kedua rekan, akhirnya memutuskan beristirahat di sebuah SPBU. Saya menjaga tas-tas kami dan mereka yang mencari makan, dan kali ini kami beruntung karena mendapat dua bungkus nasi beserta lauknya. Setelah puas beristirahat perjalananpun berlanjut hingga larut malam. Kamipun mulai mempertimbangkan akan tidur dimana malam itu, akhirnya kami memutuskan untuk tidur di emperan sebuah ruko. Udara yang dingin ditambah kealpaan saya untuk membawa sarung membuat tubuh saya menggigil.
Hari pun berganti, tidak lama setelah adzan subuh berkumandang kami mulai bangun untuk melanjutkan perjalanan. Jalan yang harus kami lewati lebih “menantang” dari hari pertama, karena banyak tanjakan curam, tanjakan disertai tikungan, dan tidak ketinggalan truk-truk besar keluar dari “sarangnya”. Kami sempat berhenti pada tanjakan yang cukup panjang, karena salah seorang rekan saya sudah merasa sakit pada engkel kakinya. Saat turunan saya melihat sebuah papan informasi yang bertuliskan Bogor 12 KM dan Jakarta 71 KM. Pemandangan itu membuat saya cukup patah semangat karena yang telah saya jalani belum ada apa-apanya. Selanjutnya kami membuat target akan beristirahat agak panjang di Koramil Ciawi, bila diperkenakan. Akan tetapi sebelum sampai di tempat tujuan kami sudah lapar dan beristirahat untuk menyantap sarapan yang kami dapatkan dari belas kasih penjual nasi warteg. Ternyata, tidak sampai lima belas menit kami sudah sampai dan diperkenankan untuk beristirahat. Saya segera meminta izin untuk menggunakan kamar mandi untuk mandi agar badan lebih segar. Saya sempat berjumpa dengan dua rombongan lainnya. Rombongan yang yang pertama menuju Cibadak dan yang kedua menuju puncak, Cipanas.
Puas beristirahat perjalanan pun berlanjut dengan medan yang berbeda, jalannya tidak lagi menanjak dan dan menurun tetapi teriknya matahari dan debu asap kendaraan yang menjadi tantangannya. Perjalanan pun kembali berlanjut dengan tujuan Terminal Barangnangsiang. Tak disangka, saya sampai ditempat tujuan sudah tengah hari dan kondisi saat itu sangatlah panas. Perjalanan yang saya kira bisa ditempuh dalam waktu singkat ternyata tidak menjadi kenyataan. Saya menggunakan perhitung orang yang dalam keaadaan sehat berjalan, sedangkan saat itu saya sudah mulai kepayahan menghadapi rasa sakit di telapak kaki. Saya memiliki target pribadi untuk melihat DKI Jakarta sebelum memejamkan mata, pada hari kedua ini. Berjalan dibawah teriknya sinar matahari membuat langkah kaki terasa lebih berat dan jalan menjadi membosankan. Dibawah pohon yang rindang kami pun beristirahat untuk mengembalikan semangat yang mulai luntur.
Setelah berjalan cukup jauh kami pun beristirahat di Polres Bogor Kota. Saya berbincang bincang kepada seorang bapak tua dan menanyakan jarak dari tempat itu ke Cibinong. Ia berujar, “Kalau naik motor motor sih nggak lama sih, paling cuma 15 sampai 20 menit saja.” Kemudian saya bertanya kira berapa kilometer lagi yang harus di tempuh. Ia menjawab sekitar 50 kilometer lagi, saya sangat terkejut mendengar ucapannya. Secara jujur saat itu semangat saya patah, namun tidak saya tularkan kepada dua rekan yang lainnya. Target yang saya buat saat berjalan pupus sudah, tidak mungkin bisa terlaksanakan. Bahkan saya sempat berpikir tidak akan mampu menyelesaikan perjalanan tersebut. Sekitar jam empat sore kami beristirahat sejenak untuk makan yang kedua kalinya. Setelah itu semangat saya kembali berkobar karena melihat sebuah reklame kecil yang bertuliskan selamat datang di Kota Cibinong. Menjelang malam kami masih terus bejalan tanpa ada target, hanya berjalan sampai lelah dan istrihat kembali. Kala itu saya kagum dengan salah seorang rekan saya yang bisa melangkah dengan ringan dan seperti tanpa beban. Ternyata sepanjang perjalanan ia jarang melihat jalan yang panjang, tetapi menatap garis bahu jalan yang membuat dirinya seperti tanpa beban. Ketika saya coba lakukan pula terasa lebih nyaman karena fokus dengan garis bahu jalan dan tidak memikirkan betapa jauhnya jalan yang harus ditempuh. Saya pun mengusir rasa bosan dengan berdoa Rosario di sepanjang jalan menggunakan gelang tangan Rosario. Tidak terasa hari mulai larut malam dan kami memutuskan tidur lebih awal. Udara disana lebih bisa diterima oleh tubuh saya sehingga bisa tidur dengan cukup nyenyak.
Mataku mulai terbuka dan menyaksikan jalanan yang sangat gelap karena lampu penerangan jalannya tidak berfungsi. Sekitar setengah lima kami mulai melanjutkan perjalanan yang diwarnai oleh gerimis sepanjang jalan. Kondisi tubuh saya sudah mulai membaik dan  menjadi lebih bersemangat. Sekitar jam lima kami sudah sampai di Depok dan beristirahat sejenak di sebuah SPBU. Hampir tiga jam perjalanan kami tempuh dengan beberapa kali istirahat singkat, ternyata mampu berpindah hampir 10 kilometer. Istirahat untuk makan dilakukan didepan Mall Cimanggis. Kami makan satu bungkus nasi dengan lauk yang sederhana. Menjelang siang, saya membaca sebuah rambu yang isinya larang bagi becak untuk beroperasi, ketika saya perhatikan lebih detail itu rambu yang keluarkan oleh Pemda DKI Jakarta. Saya sangat senang karena akhirnya sampai juga di Jakarta. Sepanjang perjalanan itu kami tidak makan apapun, karena kami tidak menemukan warung nasi. Kami hanya sekedar meminta air saja sepanjang perjalanan. Ketika sampai di Cijantung, saya mengatakan kepada yang lain untuk beristirahat karena telapak kaki saya semakin sakit. Kamipun beristirahat di sebuah SPBU, saat itu saya mulai pesimis bisa sampai tempat tujuan dan matahari pun sudah berada tepat diatas kepala.
Menjelang sore hari langkah kaki sudah sangat lambat, bila dibandingkan dengan seorang ibu tua yang berjalan sambil membawa belanjaannya. Benar-benar rasanya sudah seperti titik maksimal, ingin rasanya segera menyerah. Untungnya saya melihat PGC, ada kelegaan dalam diri saya yang muncul karena perjalanan sudah tidak jauh lagi. Pesimisme mulai pudar dan munculah optimisme bahwa saya bisa sampai ditempat tujuan pada hari itu, tidak peduli jam berapapun itu. Sampai di Stasiun Jatinegara sudah sekitar setengah lima sore, perjalanan masih berlanjut dengan berbekal air minum sisa di tas masing-masing. Sang surya pun mulai kembali keperaduannya menyisakan semburat cahaya jingganya yang menuntun kami ke tempat tujuan. Saya bisa sampai di tempat tujuan sebelum tahun berganti. Saya merasa sangat bersyukur karena mampu menjalankan tugas ini, karena  banyak nilai yang didapatkan serta tidak semua orang pernah merasakannya.