Natal merupakan kata serapan dari bahasa latin yang berarti kelahiran. Natal memang merupakan sebuah perayaan atas kelahiran Sang Juru S’lamat manusia ke dunia. Seluruh umat kristiani diseluruh belahan sudah bumi mempersiapkan perayaan natal sudah jauh hari sebelumnya. Ada yang rela mengeluarkan banyak uang demi sebuah perayaan yang sangat meriah dan bergengsi. Mulai dari pohon cemara asli yang besar dengan harga yang cukup mahal, hingga palungan yang menyerupai aslinya serta hidangan yang membuat tidak setiap orang mampu menikmatinya. Begitulah kurang lebih gambaran para umat kristiani dewasa ini, lebih mengutamakan perayaan secara materiilnya saja. Seharusnya, yang perlu diperiapkan secara khusus adalah batin kita masing-masing. Tidak ada gunanya apa bilaperayaan yang megah tanpa ada kesiapan hati, maka bisa dibilang perayaan itu merupakan sebuah perayaan yang tidak memiliki nilai. Menyambut kelahiran sang juruselamat bukan sekedar dari segi fisik, justru yang terpenting dari kesiapan batin. Kita harus mampu membersihkan diri dari segala dosa yang kita kita miliki agar kita mampu menyambut-Dia dengan diri yang bersih secara rohani dan jasmani.
Bila kita berkaca dari Negara tercinta kita ini banyak sekali perbedaan yang sangat mencolok antara satu dengan yang lainnya. Ada yang mampu membuat hidangan untuk sejuta umat, dilain sisi ada beberapa orang yang menyambut kelahiran yesus dengan segala kesderhanaan, bahkan tidak ada bedanya dengan hari-hari biasa. Semangat kesederharaan natal dan berbagi kepada sesama saya rasa sangant kurang karena banyak orang yang lebih mementingkan dirti sendiri atau bisa dibilang individualis. Yesus sendiri terlahir dari kelurga sederhana di sebuah kandang kambing tidak seperti kelahiran duniawi yang lain yang lahir di tempat yang mewah. Untuk dapat merakan natal tidaklah perlu perayaan yang “wah” cukup dengan berbagi kepada sesama pada hari natal karena banyak orang seberuntung dari orang yang merayakan di hotel-hotel atau gedung besar. Kelahiran Yesus didalam sebuah kandang kambing bertujuan agar umat manusia mau memperhatikan sesamanya yang berkekurangan dan membagikan kebahagiaannya.
Bohong, apabila saya tidak merayakan kelahiran Sang Juru Selamat dengan sesuatu yang meriah. Meskipun begitu, ada satu hal yang saya lakukan bersama keluarga yaitu melakukan kunjungan kepada keluarga jauh yang juga merayakan natal. Dari hal itulah saya merasakan bahwa merayakan kelahiran tidak hanya dengan pesta yang megah dan meriah, tetapi juga berbagi kasih. Mungkin mengunjungi keluarga merupakan hal yang sepele, tetapi itu bisa menjadi sesuatu yang besar bagi orang yang dikunjungi, sebab orang itu akan merasa diperhatikan oleh orang lain. Walaupun sederhana itu merupakan perbuatan yang menurut saya dapat menyenangkan orang lain dihari yang berbahagia. Menyisakan sedikit waktu dari kesenangan bukanlah yang sulit, asalkan harus memiliki niat yang kuat saja untuk berbagi.
Pergantian tahun juga merupakan hal biasa, hal itu menandakan bahwa manusia hidup dalam dimensi waktu. Bila kita amati diseluruh belahan bumi semua orang menyambut pergntian tahun dengan acara yang unik dan meriah. Bagi saya, yang terpenting membuat rencana kedepan yang lebih baik dari tahun yang sebelumnya. Kita harus mampu untuk berkaca dari tahun yang sudah lewat terhadap segal tindakan yang telah kita lakukan. Saya pribadi menyempatkan sedikit waktu untuk merenung dan berdoa saat pergantian tahun. Mengolah rasa yang telah diberikan oleh Tuhan melalui orang-rang disekitar kita, apakah sudah mampu bersyukur dan membalasnya? Tahun yang baru mungkin ditandai dengan segala hal yang baru mulai dari fisik dan batin. Pembaruan memang bukanlah hal yang buruk, asalkan bukan hal sekedar dari tampak luarnya saja. Pembaruan yang dimaksudkan adalah terlahir menjadi manusia baru mengingat kelahiran Yesus serta pergantian tahun. Lahir menjadi manusia baru yang lebih baik dari sebelumnya. Oleh karena itu, saat Natal dan Tahun Baru merupakan momen yang tepat bagi umat manusia untuk membuktikan kasihnya terhadap sesamanya cukup dengan cara yang sederhana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar