Sang Merah-Putih t’lah lama berkibar,
tertanam dalam tubuh Ibu Pertiwi,
bertonggakan bambu runcing,
serta ceceran daerah para pejuang
Dari pulau We sampai Merauke,
dari Pulau Talaud sampai Pulau Roti,
semua bersatu padu,
demi satu tujuan Mulia,
Darah yang bececeran,
peluh yang bercucuran,
t’lah hilang tergerus oleh sang waktu.
Generasi muda, harusnya dapat hidupkan,
tapi, hancurkan muka bangsa
Sikap terjajah masih tampak
Menggantungkan nasib pada bangsa asing
Karya anak bangsa tak dianggap,
bahkan sampai dianggap sampah
Hai, para pejuang
kematianmu tak berguna kini,
Generasi Emas bangsa kian terpuruk,
SIAlah perjuangan mu,
Hai, PAHLAWAN BANGSA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar